Peluang Bisnis Burung Pipit: Pasar Bisnis Terbuka, Laba Belasan Juta
Peluang Bisnis Burung Pipit: Pasar Bisnis Terbuka, Laba Belasan Juta

Peluang Bisnis Burung Pipit: Pasar Bisnis Terbuka, Laba Belasan Juta

Peluang Bisnis Burung Pipit - Pasarnya masih terbuka, harganya pun cukup tinggi, namun tetap perlu mencermati tren pasar dan pesaing bisnis burung pipit sebelum memutuskan untuk menekuninya hal yang satu ini.


Peluang bisnis burung kicau pipit di indonesia

Pasarnya masih terbuka, harganya pun cukup tinggi, namun tetap perlu mencermati tren pasar dan pesaing bisnis burung pipit pelangi sebelum memutuskan untuk menekuninya hal yang satu ini.

Peternak Gouldamadine atau pipit pelangi Setiawan Sawi yang tinggal di Bekasi menceritakan pengalaman berbisnis menjadi peternak burung pipit pelangi. Menurutnya pipit pelangi termasuk burung hias yang paling digemari.

"Permintaan pasar pun tetap terbuka selalu untuk burung ini," tuturnya.

Berikut analisis Peluang Bisnis/Usaha Burung Pipit Pelangi seperti dilansir buku 31 Inspirasi Bisnis Di Masa Krisis karya Flona Serial yang diterbitkan pada 2009!


Peluang bisnis burung kicau pipit

Analisis Usaha Burung Pipit Periode 1 Tahun dan Biaya Investasi

  1. Pembuatan kandang + perlengkapan (8 set) = Rp 1.000.000.
  2. Induk (8 pasang + 1 pasang cadangan) x Rp 200.000 = Rp 1.800.000.
  3. Pipit jepang/baby sitter (16 pasang x Rp 20.000) = Rp 320.000.
  4. Total biaya investasi = Rp 3.120.000.

Biaya Tetap

  1. Penyusutan kandang Rp 1.000.000 : 10 = Rp 100.000.
  2. Penyusutan induk Rp 1.800.000 : 2 = Rp 900.000.
  3. Penyusutan baby sitter Rp 320.000 : 4 = Rp 80.000.
  4. Total = Rp 1.080.000.

Biaya Tidak Tetap

  1. Pakan indukan + anakan (9 psng + 64 pasang).
  2. Jewawut 4 kg x Rp 3.000 = Rp 144.000.
  3. Milet 4 kg x 12 x Rp 4.000 = Rp 192.000.
  4. Biji Kenari 2 kg x 12 x Rp 6.000 = Rp 144.000.
  5. Biaya lain-lain 20% = Rp 96.000.
  6. Total biaya tetap = Rp 576.000.

Biaya Produksi

Biaya tetap + biaya tidak tetap Rp 1.080.000 + Rp 576.000 = Rp 1.656.000.

Hasil Usaha Penjualan anakan
  • 128 ekor x Rp 100.000 = Rp 12.800.000.

Keuntungan: Hasil usaha – biaya produksi
  • Rp12.800.000 – Rp1.656.000 = Rp11.144.000.

BEP (Jangka waktu balik modal)
  • (biaya investasi + biaya produksi) : (keuntungan x periode)
  • (3.120.000 + 1.656.000) : (11.144.000) = 1,7 periode ~ 2 periode ~ 2 bulan.
  • Karena ada masa non profit 7 bulan, maka BEP riil = 7 + 2 = 9 bulan.

Catatan:
  • Setahun anakan siap jual (diatas usia 5 bulan) berasal dari 4 periode penetasan pertama. Dalam satu periode penetasan sepasang induk menghasilkan 4 ekor piyik.
  • Jumlah anakan siap jual dalam setahun: 4 periode x 4 ekor x 8 induk = 128 ekor.
  • Masa non profit adalah masa dari mulai penjodohan sampai anakan usia 5 bulan (siap jual).
  • Harga induk dan anakan memakai harga gouldamadine warna hijau (Rp10.000).

Baca juga:


WAJIB DIKETAHUI!
Iklan yang tampil pada halaman Situs ini sepenuhnya diatur oleh pihak google, kami hanya menyediakan Slot Kosong. Jadi jika ada iklan yang kurang berkenan untuk Anda, harap informasikan kepada kami melalui Formulir Kontak Situs ini untuk selanjutnya akan Kami sampaikan ke pihak Google, Terima Kasih!
Jika Anda merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, Anda bisa memberikan donasi melalui Paypal atau dengan Klik Donasi. Dengan Membaca Bismillah, Dana hasil dari Donasi yang Anda berikan akan digunakan untuk Bersodaqoh kepada Kaum Dhuafa dan Anak Yatim setiap Bulannya, Semoga Rezeki yang telah Anda berikan mendapat Balasan yang setimpal oleh Allah SWT, Amin. Terima kasih..
Admin
Adalah Tempatnya Panduan Blogger dan Belajar SEO untuk Pemula, Berita Teknologi Terbaru Seputar Smartphone Terbaru dan Tips Gaya Hidup Sehat.

Loading...

Load comments
close